Senin, 18 Mei 2009

Akhirnya, Perpus Pedesaan Itu Dikunjungi Wabup "Ditanya Minta Bantuan Apa, Malah Bingung"

Selasa, 26 Februari 2008 07:58:36 - oleh : redaksi
Eko Cahyono, lulusan SD yang gigih merintis perpustakaan umum secara swadaya di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang (baca KORAN PENDIDIKAN edisi 195), bisa bernapas lega. Perpus sederhana yang dinamai ’Perpustakaan Anak Bangsa’ itu akhirnya dikunjungi Wakil Bupati, Rendra Kresna. Ini diyakini sebagai terbukanya jalan menuju pengembangan perpustakaan yang lebih memadai.

Kerja keras Eko selama hampir 10 tahun, rasanya tak sia-sia. ’’Bayangkan, sejak merintis perpustakaan kecil-kecilan ini di tahun 1998, belum ada satu pun pejabat pemerintahan yang datang ke sini,’’ ujarnya terharu, di sela menerima kunjungan Rendra Kresna, pekan lalu.
Saking terharunya, Eko bingung dan gelagapan saat ditanya Rendra, minta bantuan apa untuk pengembangan perpustakaan yang meski sederhana tapi pengunjungnya banyak dan kontinyu ini. Kebingungannya, juga disebabkan oleh saking banyaknya kebutuhan yang mestinya mendapat bantuan. Perpustakaan yang koleksi bukunya diadakan dengan cara minta bantuan door to door selama bertahun-tahun itu, memang jauh dari memadai sehingga pada dasarnya semuanya butuh bantuan. Tempatnya masih ngontrak, peralatan komputer tak ada, koleksi buku rata-rata ketinggalan zaman, hingga sarana penunjang lain yang juga tak ada.
Camat Jabung Suharno dan Kades Sukopuro Suwendi yang mendampingi Rendra, juga memberi lampu hijau kepada Eko untuk mengajukan permohonan bantuan demi pendidikan masyarakat setempat. ’’Akhirnya saya memprioritaskan permohonan buku demi memperkaya koleksi perpus ini, karena itulah yang paling mendesak,’’ ujar Eko kepada KORAN PENDIDIKAN.
Sementara itu Rendra Kresna juga memanfaatkan kunjungannya untuk bercengkerama dengan para pengunjung perpus yang rata-rata anak usia SD. Pejabat yang dikenal akrab dengan rakyatnya itu, sempat main tebak-tebakan dengan anak-anak.
Kepada Eko, secara khusus Rendra berpesan agar terus bersemangat dan tak berhenti berjuang untuk memajukan pendidikan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan.
Sebagaimana diberitakan di koran mingguan ini, seorang lulusan SD warga Desa Sukopuro Kecamatan Jabung, Eko Cahyono, telah menunjukkan pengabdiannya di dunia pendidikan dengan mendirikan perpus sederhana yang disediakan untuk masyarakat umum, terutama anak-anak. Eko rela menjual sepeda motor yang selama ini menjadi sumber penghasilannya dengan disewakan kepada tukang ojek, untuk membangun perpus yang dinamainya Perpustakaan Anak Bangsa. Eko melihat, anak-anak di desanya serta di Kecamatan Jabung dan sekitarnya, sangat kekurangan buku bacaan. Kondisi perpustakaan di SD-SD wilayah tersebut sangat jauh dari memadai, bahkan banyak yang tak punya. sup-KP
http://www.koranpendidikan.com/artikel/437/akhirnya-perpus-pedesaan-itu-dikunjungi-wabup-ditanya-minta-bantuan-apa-malah-bingung.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar