Minggu, 17 Mei 2009

EVALUASI PENGAJARAN

Written by Hadi Siswoyo    Sunday, 15 February 2009
Apa yang dimaksud dengan Pengukuran/Measurement?
•          Kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu.
•          Kegiatan membandingan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu.
•          Pengukuran bersifat kuantitatif (how much?).
Unsur pokok pengukuran:
1. Tujuan Pengukuran
2. Ada objek ukur: bagaimana ciri-ciri atau sifat dari benda atau orang yang diukur.
3. Alat ukur contohnya tes, atau non-tes
4. Proses pengukuran.
5. Hasil pengukuran, data dan informasi bersifat kuantitatif.
Jenis Pengukuran:
1. Pengukuran yang dilakukan bukan untuk menguji sesuatu, misalnya pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian.
2. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu, misalnya untuk menguji daya tahan suatu benda.
3. Pengukuran untuk menilai dengan jalan menguji dalam bentuk tes, misalnya mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor dsb.
Prinsip-prinsip Umum Pengukuran Dalam Pendidikan:
1. Menyeluruh karena didalamnya ada aspek psikologis
2. Adanya kontrol
3. Sasaran harus jelas
4. Objektif
5. Keterbukaan
6. Representatif
7. Aturan skoring
8. Keseksamaan
Apa yang dimaksud dengan Penilaian/Assessment?
•          Proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan kriteria tertentu (baik-buruk, tinggi – rendah, dsb).
•          Proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran baik  berupa tes maupun non tes.
•          Bersifat kualitatif
Fungsi Penilaian:
1. Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional.
2. Umpan balik bagi proses belajar-mengajar.
3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tua.
Tujuan Penilaian:
•          Untuk mendeskripsikan sesuatu.
•          Untuk mengetahui keberhasilan suatu proses.
•          Untuk menentukan tindak lanjut hasil penilaian.
•          Untuk memberikan bertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Prinsip-prinsip dalam Penilaian Pendidikan:
1.       Prinsip Dasar sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan penilaian:
                a. Penilaian = alat komunikasi
                b. Tujuan utama untuk membantu siswa                              mencapai perkembangan semaksimal    mungkin.
                c. siswa harus dibandingkan dengan dirinya         sendiri dan jangan hanya dibandingkan                 dengan                 murid lain.
                d. hendaknya menggunakan berbagai macam alat            atau cara-cara penilaian.
                e. Penilaian hendaknya menyarankan langkah-langkah yang diambil.
                2.  Prinsip Pelaksanaan:
                a. Penilaian harus dilaksanakan secara  objektif.
                b. Penilaian harus dilaksanakan secara   kontinu/berkelanjutan. Penilaian tidak hanya    kegiatan tes formal, melainkan           juga sikap dan   keaktifan siswa pada saat PBM.
                c. Penilaian harus dilaksanakan secara    komprehensif = harus mengenai              semua aspek     kepribadian.
Jenis-jenis Penilaian:
•          Formatif = penilaian berorientasi pada proses belajar mengajar (setelah satu pokok bahasan).
•          Sumatif = berorientasi pada produk bukan proses.
•          Diagnostik  untuk melihat kelebihan dan kelemahan-kelemahan berserta faktor penyebabnya, contohnya untuk bimbel, remidial.
•          Selektif untuk keperluan seleksi.
•          Penempatan
Sistem Penilaian:
Cara yang digunakan dalam menentukan derajat keberhasilan hasil penilaian sehingga kedudukan siswa dapat diketahui, apakah telah menguasai tujuan instruksional atau belum
Cara penilaian hasil dan proses belajar dapat menggunakan huruf A, B, C, D, E (gagal) atau dengan menggunakan sistem Angka 1- 10 atau 1-100.
Sistem Penilaian Hasil belajar dibedakan menjadi 2 yaitu
1. PAN ( Penilaian Acuan Norma) yaitu penilaian yang diacukan kepada rata-rata kelompok/kelasnya. Atas dasar 3 kategori diatas rata-rata, sekitar rata-rata dan dibawah rata-rata kelas.
2. PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu penilaian yang diacukan pada tujuan instruksional yang harus dikuasai oleh siswa. Derajat keberhasilan siswa dibandingkan dengan tujuan yang  seharusnya dicapai, bukan dibandingkan dengan rata-rata kelompoknya.
Ciri-Ciri Penilaian dalam Pendidikan:
1. Dilakukan secara tidak langsung. Contohnya mengukur kepandaian melalui ukuran kemampuan menyelesaikan soal-soal.
2. Dari Penilaian pendidikan bersifat kuantitatif artinya menggunakan bilangan sebagai hasil pertama pengukuran, setelah itu diinterpretasikan dalam bentuk kualitatif.
3. Penilaian pendidikan mengunakan unit-unit atau satuan satuan yang tetap.
4. Penilaian pendidikan bersifat relatif.
5. Dalam penilaian pendidikan sering terjadi kesalahan-kesalahan karena berbagai faktor (Arikunto, 2003: 11-16).
Apa yang dimaksud dengan Evaluasi Pendidikan?
•          Mencakup dua kegiatan yaitu pengukuran dan penilaian.
•          Pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa.
•          Proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai.
•          Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan.
•          Berarti usaha untuk memperoleh umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan (Sudijono, 2001:5)
Kegunaan Evaluasi Pendidikan:
1. Terbukanya kemungkinan untuk memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
2. Terbukanya kemungkinan untuk mengetahui relevansi antara program dengan tujuan yang hendak dicapai.
3. Terbukanya kemungkinan usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya guna sehingga tujuan yang dicita-citakan tercapai dengan hasil baik.
http://hadisiswoyo.co.cc/index.php?option=com_content&task=view&id=47&Itemid=39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar